(Sumber : nursyamcentre.com)

Lima Pengaruh Fenomena Fashion Remaja SCBD

Informasi

Perkembangan media sosial saat ini telah merubah gaya hidup dan perilaku masyarakat khususnya kalangan remaja. Selain sebagai wadah berkarya dan bersuara, media sosial kini telah menjadi tempat saling ujuk gigi berkompetisi menjadi yang paling viral dan trend. Hingga tak sedikit kalangan remaja saat ini berlomba-lomba mengikuti trend seolah takut ketinggalan zaman dan dicap kudate alias kurang up to date.

 

Hal ini sebagaimana terjadi pada kaum anak muda yang bertempat tinggal di Citayam. Citayam merupakan kawasan SCBD (Sudirman Citayam Bojonggede Depok). Kawasan SCBD ini berada di Jakarta Selatan. Setiap hari tempat ini ramai dengan berbagai kalangan pekerja hingga pegawai kantoran. Namun wilayah tersebut pun tak hanya ramai dengan para pebisnis. Melainkan juga menjadi daya tarik bagi para remaja di sekitar ibu kota seperti Depok sampai kabupaten Bogor.

 

Menariknya para remeja memakai outfit yang nyentrik dan modis. Hingga hal tersebut berhasil mencuri perhatian warga setempat sekaligus mematahkan pemikiran bahwa warga Sudirman yang awalnya terkesan formal.

  

Tagar SCBD atau Citayam belakangan menjadi viral di media sosil khususnya twitter, bermula karena terdapat salah seorang anak remaja asal Citayam dan Bojonggede yang nongkrong di Sudirman dengan berdandan maksimal.

 

Banyak hal yang dilakukan oleh para remaja tersebut di Sudirman diantaranya, yaitu menyantap jajan kuliner di pinggir jalan, berselfie di tengah megahnya ibu kota, dan membuat konten TikTok dengan menonjolkan outfit mboisnya yang dikenakan.

 

Adapun kalangan remaja yang datang ke Sudirman berusia belasan hingga 20 tahun. Mereka memakai pakaian yang nyentrik, seperti kacamata hitam, kemeja flannel, hingga jaket dan celana jeans yang memiliki motif sobek. Tak hanya itu, pakain trend yang juga mereka kenakan, seperti jaket, topi, dan gaya rambut yang menonjol. Hingga gaya berpakain kalangan remaja yang demikian, masyarakat memunculkan istilah untuk mereka, yaitu CItayam Fashion Week.

 

Melihat fenomena ini, mengutip dari The Art Daily, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi gaya berpakaian kalangan remaja yang mbois dan trend saat ini, yaitu pertama tekanan teman sebaya, citra tubuh, media dan majalah, selebriti, dan brand designer.

 

Tekanan Teman Sebaya


Baca Juga : Kiat Menghadapi Era Digitalisasi Bagi Anak Dan Ortu

 

Bermula dari hubungan pertemanan, setiap orang dapat dipengaruhi dalam banyak hal, seperti keinginan untuk meminum minuman keras, menggunakan narkoba, dan termasuk mengikuti trend fashion yang kekinian. Hubungan pertemanan memang dapat berdampak baik dan juga berdampak buruk.

 

Sebuah riset membuktikan bahwa seseorang kerap mendapat tekanan agar memakai outfit sesuai dengan trend zaman bermula dari ejekan dan hinaan yang datang dari teman sebayanya. Hingga bila seseorang tersebut tidak memakai outfit yang lagi trend, maka dirinya akan kehilangan teman sebayanya. Sebab kalangan remaja saat ini senang berbelanja bersama dan saling bertanya outfit apa yang cocok untuk pergi sebuah pesat ulang tahun atau acara tertentu.

 

Memang gaya berpakaian anak remaja sangat dipenagaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Mereka merasa bahwa gaya berpakaiannya harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya.

 

Citra Tubuh

 

Hal yang paling berpengaruh pada gaya berpakaian kalangan remaja saat ini adalah sosok foto selebriti yang terpampang di sebuah majalah. Tentu keinginan kalangan remaja sangat kuat untuk mengikuti sebagaimana tubuh dan gaya berpakaian selebriti yang dilihatnya di cover majalah.

 

Bahkan foto selebriti yang bertebaran di website online juga sangat berpengaruh negatif pada kalangan anak remaja untuk mengikuti fashion dan style nya.

 

Media dan Majalah

 


Baca Juga : Tujuh Belas Agustusan: Beri Peluang Garuda Mengepakkan Sayapnya (Bagian Keempat)

Sementara kalangan remaja menggunakan media dan majalah untuk mengetahui apa yang menjadi trend kekinian atau terbaru. Hingga kalangan remaja tersebut mengetahui apa yang harus dibeli dan tidak harus dibeli. Media dan majalah menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan kalangan remaja untuk pakaian yang kekinian.

 

Sebab target terbesar sebuah majalah adalah kaum hawa.sebuah majalah akan memilih selebriti tertentu dengan memakai pakaian yang bagus untuk mencuri perhatian kalangan remaja. Sekaligus majalah tersebut mempromosikan toko dan perusahaan dimana selebriti membeli pakaian yang fashionable dan stylish.

 

Selebriti

 

Tak hanya itu, kalangan remaja juga mengidolakan selebriti yang dicintainya. Kalangan remaja melihat selebriti tersebut untuk mendapat inspirasi dalam berpakaian. Saat kalangan remaja melihat selebriti yang diidolakan memakai outfit yang disukainya, maka kalangan remaja ikut membeli outfit tersebut hanya untuk terlihat seperti selebriti yang diidolakannya. Kemudian kalangan remaja menunjukkan outfit tersebut kepada teman sebayanya.

 

Kalangan remaja tak hanya melihat selebriti dari gaya berpakainnya, namun juga melihat dari gaya rambutnya. Pada dasarnya kalangan remaja banyak terpengaruhi oleh sisi luar dari selebriti yang diidolakan.

 

Brand Designer

 

Terakhir kalangan remaja sering kali lebih mengedepankan tentang penerimaan dirinya pada status sosial dan kenyamanan dalam memilih outfit yang dikenakan. Hingga mereka saat berbelanja outfit lebih mengutamakan pada merk. Sebagian besar kalangan remaja akan berbelanja di toko tempat mereka menjual pakaian designer kelas atas yang berkualitas.

 

Sedangkan ketika kalangan remaja tidak memiliki uang untuk berbelanja di toko-toko mewah untuk pakaian designer kelas atas yang berkualitas, mereka menjadi stress. Karena mereka merasa tidak mampu membeli pakaian tersebut dan mereka merasa tidak terlihat bagus dan cocok. (Nin)