Oleh Mevy Eka Nurhalizah Sesuai dengan judul penelitian diatas, isi dari penelitian secara garis besar membahas bagaimana Islam dan Budaya dalam pandangan Clifford Geertz serta relevansinya dengan modernitas. Terdapat beberapa sub-bab yang akan dibahas dalam review ini. Pertama, membaca ulang Geertz dalam bingkai modernitas. Kedua, ideologi, agama, dan etika sebagai kawasan analisis. Ketiga, membaca untuk
Muqoddimah السّلام عليكم ورØÙ…Ø© الله وبركاته الØÙ…د لله رب العالمين. والصّلاة والسّلام على أشر٠المرسلين سيّدنا Ù…ØÙ…ّد وعلى آله ÙˆØµØØ¨Ù‡ اجمعين Mari kita mulai pengajian kitab ini dengan terlebih dahulu membaca Surat al-Fatihah kepada: 1. Baginda Nabi Muhammad saw, al-Fatihah 2. Syaikh Abdul Qodir Jailani ra dan Syaikh Abil Hasan al-Syadzili ra, al-Fatihah 3. Guru,
Oleh: Dr. Irfan Tamwifi\n\nSaya diminta oleh Direktur Program Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Noorhaedi, untuk membimbing dan sekaligus menguji promovendus, Irfan Tamwifi untuk ujian terbuka program dokror Islamic studies. Selaku penguji adalah Prof. Dr. Noorhaedi, Prof. Dr. Iskandar, Prof. Dr. Machasin, Prof. Dr. Siswanto Masruri, Prof. Dr. Dudung Abdurahman, Dr. Lathiful Khuluq, dan
Oleh: Dr. Tri Astutik Haryati\n\nDahulu, kala berbicara tentang antropologi atau sosiologi, maka pikiran kita pastilah akan terbayang UI, UA, UGM dan sebagainya. Di kala itu, di perguruan tinggi umum memang sudah berkembang dengan pesat kajian antropologi dan sosiologi dan bahkan juga kajian multidisipliner tentang ilmu dimaksud.\nDi UI dikenal ada Prof. Kuntjaraningrat, Begawan antropologi Indonesia, Prof.
Oleh: Dr. KH. Mohammad Zakki, MSi Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Surabaya Saya diminta oleh Prof. Dr. Anita Lie untuk menjadi penguji luar dalam acara Ujian Terbuka Doktor dalam Bidang Ilmu Manajemen pada Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, 29/10/2016. Ujian ini menghadirkan Promovendus Drs. KH. Mohammad Zakki, MSi, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren
Rabu, 03/06/2020, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar acara istighasah dan halal bil halal, yang diikuti oleh Kepala kantor, Dr. Ahmad Zayadi, MPd, Kabag TU, Moh. Amin Mahfudz, seluruh Kabid, Kepala kantor Kemenag Kabupaten/kota dan juga ASN di Kemenag Jawa Timur.\r\nASN di daerah mengikuti acara ini melalui on air, sedangkan para pejabat di
Judul : Madzhab-Madzhab Antropologi\nPenulis : Dr. Nur Syam\nPenerbit : LkiS Yogyakarta\nCetakan : I, 2011\nTebal : xvi + 230 halaman; 12 x 18 cm\nISBN : 978-979-97853-5-0\nPeresensi : Ach. Syaiful A’la*\n\nRiset tentang budaya dalam buku ini bukan hanya sebatas riset yang disajikan begitu saja oleh Nur Syam. Namun dengan berbagai pola dan cara yang dianggapnya penting. Misalkan
Judul Buku : Tarekat Petani; Fenomena Tarekat Syattariyah Lokal\nPengarang : Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si\nTebal : xiv+236 Halaman\nPenerbit : LKiS, Yogyakarta\nCetakan. : I, 2013\nPeresensi : Ach. Syaiful A’la*\n\nPraktik keagamaan seperti terakat sering dipandang sebagai sesuatu yang negatif ketika dihubungkan dengan sosiologis-fenomenologis. Karena tarekat dianggap sebagai pemisah yang membuat pelakunya mengalienasikan diri dari kehidupan masyarakat
Judul : Transisi Pembaruan Dialektika Islam, Politik dan Pendidikan\nPenulis : Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si.\nPenerbit : LEPKISS\nCetakan : I, 2008\nTebal : 284 halaman\nISBN : 979-422-210-0\nPeresensi : Ach. Syaiful A’la*\n\nPerubahan merupakan hal yang mutlak terjadi. Karena tidak mungkin manusia hidup dalam keadaan yang begitu-begitu saja. Termasuk peran dan fungsi kiai dalam masyarakat yang diulas dalam
Judul : Islam Pesisir\nPenulis : Dr. Nur Syam\nPenerbit : LKiS,Yogjakarta\nCet. : Pertama, 2005\nTebal : xxvi+324 Halaman\nPeresensi : Ach. Syaiful A’la*\n\nSebelum Islam masuk dan berkembang, Negeri ini (Indonesia) sudah memiliki corak kebudayaan yang dipengaruhi oleh kepercayaan (agama) sebelumnya, Hindu dan Budha. Kemudian dengan hadirnya Islam dengan ragam teori yang diusung oleh beberapa ahli, kontan melahirkan pula
Judul Buku : Tantangan Multikulturalisme di Indonesia\nPenulis : Prof. Dr. Nur Syam, M.Si\nPenerbit : Kanius, Yogyakarta\nCetakan : I, 2008\nTebal. : 215 Halaman\nPeresensi. : Ach. Syaiful A\’la* 
\n\nMenguntip pendapat KH. Abdurrahman Wahid alias Gusdur “jika kita memiliki pemimpin yang mengerti pentingnya keberagaman (multikulturalisme), mari kita dengan sendirinya akan beruntung. Tetapi jika kita tidak mengutamakan keseragaman, maka
Kementerian Agama sudah memastikan bahwa tahun 2020 M atau 1441 H tidak ada pengiriman haji ke Tanah Suci, Saudi Arabia. Keputusan ini dikeluarkan sebab pemerintah Arab Saudi hingga kemarin belum memberikan tanda-tanda bahwa haji akan dihelat tahun ini. padahal tanggal 26 Juni 2020 adalah pemberangkatan kolter awal untuk jamaah haji Indonesia. meskipun pemerintah Arab saudi
