Saturday, August 1 2026

Jum’at, 05/09/2025, adalah hari yang membahagiakan bagi kami sekeluarga, sebab pada hari itu dilakukan acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 2025 atau tahun 1447 H. Bertepatan dengan hari itu dilakukan  acara aqiqahan cucu saya yang ke Sembilan. Ditakdirkan lahir laki-laki. Maka juga diberlakukan aqiqahan dua kambing. Lelaki itu aqiqahnya dua kambing dan jika

Di antara jajaran ilmu social, maka ilmu hukum ini termasuk yang jarang saya sentuh. Padahal di dalam kehidupan ini betapa pentingnya ilmu hukum, sebagai solusi untuk menegakkan keadilan, persamaan, non diskriminasi dalam bingkai humanisme. Ilmu hukum merupakan kebutuhan bagi banyak orang yang membutuhkan penyelesaian atas masalah kehidupan. Jangan lupa, ilmu hukum itu menjadi piranti penting

Eva Putriya Hasanah     Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin merambah ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga hiburan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ada satu ranah yang semakin terasa kehadirannya: politik. Kampanye politik tidak lagi hanya mengandalkan spanduk, baliho, dan debat panjang, melainkan kini juga ditopang oleh algoritma cerdas yang

Eva Putriya Hasanah     Beberapa tahun terakhir, media sosial mengalami perubahan besar. Jika dulu orang menghabiskan waktu membaca blog panjang, artikel berita, atau menonton video YouTube berdurasi puluhan menit, kini perhatian publik tersedot ke format yang jauh lebih singkat: video berdurasi pendek. TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts menjadi panggung utama di mana generasi muda

Eva Putriya Hasanah     Gotong royong sudah lama jadi DNA masyarakat Indonesia. Kita tumbuh dengan budaya bantu-membantu: dari kerja bakti membersihkan selokan kampung, patungan membuat acara hajatan, sampai galang dana kalau ada tetangga yang sakit. Tapi siapa sangka, di era digital dan dalam konteks regional, semangat gotong royong itu menjelma dalam wujud baru yang disebut

Di era media sosial yang powerfull siapapun akan bisa menjadi korbannya. Saya pernah merasakannya. Pada saat bedah buku saya, “Islam Nusantara Berkemajuan, Menjaga Harmoni Sosial Menuai Damai dan Demi Agama, Nusa dan Bangsa” di Amphitheater UIN Sunan Ampel, akhir tahun 2018, maka saya menyampaikan suatu joke “saya ditanya oleh salah seorang kawan, kenapa di sampul

Artikel berjudul “Western Qur’anic Studies in Indonesian Islamic Univiersities: Responses, Contestations, and Curriculum Politics” merupakan karya Yusuf Rahman dan Ervan Nurtawab. Tulisan ini terbit di Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies tahun 2025. Studi tersebut mengkaji pandangan para dosen Ilmu Al-Qur’an di Program Studi Al-Qur’an dan Tafsir dari lima Universitas Islam Negeri terhadap keilmuan Barat mengenai

Saya memiliki cerita tersendiri atas Perguruan Tinggi (PT) yang bernaung di bawah Kementerian Agama (Kemenag), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Lukman Al Hakim di Surabaya, tepatnya di Pesantren Hidayatullah Surabaya. PT yang lama sekali saya kenal dan saya pernah terlibat di dalamnya.     Saya pernah menjadi dosen di PT ini dan juga mendirikan PT itu

    Indonesia pernah memiliki seorang tokoh politik yang begitu berpengaruh namun tetap hidup sederhana. Ia menduduki jabatan-jabatan penting negara—mulai dari Wakil Perdana Menteri, Menteri Kesejahteraan Rakyat, hingga Ketua DPR dan MPR. Bahkan di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), ia menjadi Ketua Tanfidziyah PBNU terlama dalam sejarah, selama 28 tahun berturut-turut

Karya sastra merupakan produk karya yang kreatif dengan menggunakan bahasa  sebagai wujud ekspressinya dalam kerangka mengungkapkan gagasan, ide, perasaan, pengalaman manusia dalam relasinya dengan alam keseluruhan, makro kosmos dan mikro kosmos. Oleh karena itu dikenal adanya karya sastra religious yang berbasis kesakralan dan karya sastra nonreligius yang berbasis profanitas.     Sastra tersebut dapat berupa: prosa,

Tulisan berjudul “Negotiating The Past-Imagining The Future The Qur’an and The Ritual of Saminism” merupakan karya Ali Ja’far, Ahmad Rafiq dan Moch. Nur Ichwan. Tulisan tersebut terbit di Journal of Indonesian Islam tahun 2025. Studi tersebut berusaha menganalisis sejauh mana Al-Qur’an terinternalisasi ke dalam ritual masyarakat Samin di Jawa Tengah. Terdapat empat sub bab dalam

Eva Putriya Hasanah     Setiap hari kita bersinggungan dengan mereka. Wajah-wajah yang mungkin tak pernah kita kenal namanya, namun begitu familiar dalam kehidupan sehari-hari. Mereka ada di gawai kita, muncul sebagai ikon motor kecil yang bergerak menuju titik penjemputan. Mereka datang menembus hujan deras hanya untuk memastikan kita bisa pulang dengan selamat. Mereka hadir di

1 22 23 24 25 26 205