Artikel berjudul “Rethinking Da‘wah Strategy as a Basis for Mitigating Conflict Involving Muslim Minorities: Insights from Bali and Peniwen Malang, Indonesia†merupakan karya Usamah Al Turki, Moh. Anas Kholish, Jamal, dan Ilham Tohari. Tulisan ini terbit di Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam tahun 2025. Studi tersebut mengkaji model dakwah inklusif dalam konteks komunitas minoritas
Oleh Eva Putriya Hasanah Kita sering mendengar nasihat sederhana: “Berbagi itu membahagiakan.†Namun, apakah pernyataan ini sekadar pesan moral, atau memang memiliki dasar ilmiah? Sejumlah penelitian psikologi sosial ternyata membuktikan bahwa berbagi—terutama dalam bentuk pengeluaran untuk orang lain—benar-benar meningkatkan kesejahteraan subjektif seseorang. Fenomena ini dikenal dengan istilah prosocial spending, yaitu penggunaan uang
Halaqah Internasional yang diselenggarakan bersamaan dengan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional ke satu di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang Wajo ternyata sangat menarik. Banyak pertanyaan yang secara khusus membahas mengenai pesantren dan program pembelajarannya. Meskipun halaqah ini tidak dihadiri secara langsung oleh dua narasumbernya, Prof. Dr. Pratikno, Menko PMK, dan Gus Yahya, Ketua PBNU, akan tetapi
Saya baru pertama kali menjejakkan kaki di Kota Sengkang, yang menjadi pusat Pesantren As’adiyah dan tempat diselenggarakannya Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional ke 1, tahun 2025. Perjalanan dari Makasar ke Sengkang memerlukan waktu yang cukup panjang. Kira-kira enam jam, sama dengan perjalanan dari Surabaya ke Pacitan sebelum ada jalan Tol Surabaya ke Madiun. Perjalanannya juga nyaris
Pesantren dengan institusi pendidikannya diharapkan akan dapat menjadi mediator dalam literasi ekoteologi. Oleh karena itu, pesantren harus menyiapkan seluruh santrinya agar memiliki pemahaman, sikap dan perilaku yang menghargai terhadap alam dan lingkungannya. Pesantren dapat menjadi penyangga program pengembangan lingkungan berkelanjutan. Di sinilah makna penting bahwa pesantren harus menerapkan kurikulum ekoteologi bagi seluruh ustaz/ustazah dan santrinya.
Oleh: Eva Putriya Hasanah Ketika Albania mengumumkan peluncuran menteri kecerdasan buatan (AI) pertama di dunia bernama Diella, dunia bereaksi dengan campuran rasa takjub dan cemas. Takjub karena ini menandai lompatan simbolik era pemerintahan digital yang selama ini hanya hidup dalam imajinasi fiksi ilmiah; cemas karena untuk pertama kalinya, batas antara otoritas manusia dan algoritma
Saya mendapatkan kehormatan untuk menjadi narasumber dalam acara Halaqah Internasional, yang diselenggarakan dalam rangka Musabaqah Tilawatil Kutub (MQK) di Pendok Pesantren As’adiyah Sengkang, Wajo pada Jum’at, 03/10/2025. Acara ini menghadirkan narasumber nasional dan internasional. Di antara narasumber nasional adalah Menteri PMK, Prof. Dr. Pratikno, Dr. Yahya Tsaquf, Ketua PBNU, KH. Afifuddin Muhajir, Wakil Rois Am
Saya diundang oleh Drs. Lukman Hakim, MPdI, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darmo Permai (YPIDP) Surabaya dalam acara Rapat Kerja Yayasan yang dilaksanakan oleh Hotel Country Heritage Resort, 28/09/2025. Acara ini diikuti oleh Ketua Yasan dan jajarannya, serta Kepala Sekolah dan guru. Guru atau tenaga pendidikan adalah faktor kunci dalam sukses pendidikan. Menurut UU No.
Eva Putriya Hasanah Di Jepang, makan siang di sekolah bukan sekadar jeda untuk mengisi perut. Ia adalah bagian dari pendidikan, budaya, dan kebijakan negara yang dijalankan dengan serius. Program ini bahkan telah menjadi salah satu rahasia Jepang dalam membentuk generasi sehat dan berdisiplin. Menariknya, makan siang di sekolah Jepang tidak hanya diatur melalui menu
Saya diundang oleh Plt. Kankemenag Kabupaten Gresik, Mohammad Ali Faiq, S.Sos.I, MHI, dalam acara dengan judul “Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta bagi Pengawas, Kepala Madrasah, dan Guru ASN di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Gresikâ€, 24/09/2025, di Aula Kankemenag Gresik. Ada tiga hal yang saya sampaikan, yaitu: Pertama, Kurukulum merupakan dokumen tertulis untuk memberi arah pada
Prof. Dr. Nur Syam, M.Si. Saya diundang oleh Prof. Masdar Hilmy, SAg., MA., PhD, Direktur Program Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya dalam rangka bedah buku yang berjudul “Teori Sosial Dan Aplikasinya dalam Studi Islam†(Jakarta: Rajawali Press, 2025), 424 halaman. Acara diselenggarakan di Aula Program Pascasarjana (PPs) UIN Sunan Ampel (UINSA), 09/10/2025. Baca
Prof. Dr. Nur Syam, MSi Baca jugaAku Seperti Yang Dulu?Hari Santri Nasional (HSN) sudah diperingati secara nasional selama 10 tahun semenjak dilaunching di Masjid Istiqlal tahun 2015. Artinya bahwa peran santri sebagai komunitas yang paling berpengaruh di Indonesia sudahlah diakui. Tetapi sesungguhnya, peran santri di dalam kancah kebangsaan sudah dimulai semenjak Pangeran Diponegoro dan
