Saturday, August 1 2026

Di dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Implementasi Kebijakan Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, ternyata ada gagasan yang menarik, 29/12/2025. Hadir  para penasehat Ahli Menag, Para Pejabat dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama dan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan para staf. Juga hadir Staf Khusus, Staf Ahli,  dan Tenaga

Artikel berjudul “Global Networks and Religious Dynamics: Reading the Hikayat Raja Pasai of Pre-Colonial Malay-Archipelago” merupakan karya Jajat Burhanudin. Tulisan ini terbit di Studia Islamika tahun 2025. Tulisan diawali dengan ilustrasi naratif dari Hikayat Raja Pasai yang menampilkan kedatangan Syekh Isma‘il dari Mekkah ke Kerajaan Samudra Pasai. Kisah ini tidak hanya berfungsi sebagai pengantar historis,

Suatu kesempatan yang sangat langka untuk hadir di dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki)  Malang dalam acara membahas mengenai pendirian Direktorat Jenderal  (Ditjen) Pesantren, yang izin prakarsanya sudah disetujui oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, sebelum Upacara Gebyar Hari Santri Nasional (HSN) di Taman Mini Indonesia Indah

Suatu kesempatan yang\r\nsangat langka untuk hadir di dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di\r\nUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki)  Malang dalam acara membahas mengenai pendirian\r\nDirektorat Jenderal  (Ditjen) Pesantren,\r\nyang izin prakarsanya sudah disetujui oleh Presiden RI, Prabowo Subianto,\r\nsebelum Upacara Gebyar Hari Santri Nasional (HSN) di Taman Mini Indonesia Indah\r\n(TMII), 24/10/2025. Hadir di dalam acara\r\nFGD

Secara konseptual, perilaku beragama yang tampak mengedepan, khususnya di dunia Barat,   dapat dikaitkan dengan individualisasi atau privatisasi agama. Konsep ini berkait kelindan dengan pemahaman dan perilaku beragama yang lebih personal dan mengindividu. Di antara perilaku beragama tersebut adalah mereka menjalankan agamanya tidak dalam praktek keberagamaan komunal,  tetapi agama yang dihayati sebagai pemenuhan kebutuhan diri sendiri. 

Di dalam pidato Menag, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA.,  pada  acara Lokakarya Kementerian Agama dengan tema “Mempersiapkan Umat Masa Depan” tanggal 15 Desember 2025 di Hotel Atria Serpong Tangerang terdapat pikiran-pikiran yang seharusnya menjadi perhatian kita semua.      Akhir-akhir memang didapati semakin meningkatnya gerakan Islamphobia di banyak negara, terutama di Eropa. Sebutlah misalnya di

Artikel berjudul “Muhammadiyah Bugis-Makassar: Dispersal of Muslim Organizations in and from South Sulawesi, Indonesia” merupakan karya Wahyuddin Halim dan Andar Nubowo. Tulisan tersebut terbit di Studia Islamika pada tahun 2025. Tulisan tersebut berusaha menelaah sebuah fenomena sosiologis yang unik di Sulawesi Selatan, di mana organisasi Muhammadiyah tidak hanya berdiri sebagai entitas tunggal, tetapi menjadi “rahim”

Manusia memiliki kebutuhan spiritual atau kebutuhan meyakini bahwa ada sesuatu di luar dirinya. Kebutuhan itu disebut sebagai kebutuhan berketuhanan. Nyaris  semua manusia memilikinya, suatu aspek spiritualitas,   yang terdapat di dalam dirinya. Itulah sebabnya sekarang ini, banyak ahli sains di Eropa yang melirik atas fenomena spiritualitas.     Menurut James M. Nelson dalam “Psychology, Religion and Spirituality,\” 

Artikel berjudul “Islam Nusantara in Song: Transitivity Benchmarking on Qasidah Nahdliyah” merupakan karya Darsita Suparno, Minatur Rokhim, Syifa Fauzia Chairul, dan Idris Atih. Tulisan ini terbit di Studia Islamika Tahun 2025. Penelitian tersebut mengkaji qasidah sebagai medium dakwah kultural dan representasi ideologi Islam Nusantara. Fokus utama artikel ini adalah analisis lirik Qasidah Nahdliyah karya KH

Eva Putriya Hasanah     Dalam beberapa dekade terakhir, kampanye lingkungan semakin masif dan hadir di berbagai ruang publik. Poster, media sosial, hingga kurikulum pendidikan sering mengusung pesan moral seperti kurangi plastik, hemat listrik, dan gunakan transportasi ramah lingkungan. Narasi ini secara sepintas tampak positif dan mendidik. Namun, di balik pesan yang terlihat sederhana dan inspiratif

Sesungguhnya, bangsa dan umat manusia di manapun memiliki problem atau masalah di dalam kehidupannya. Baik masyarakat yang berada di dalam negara sedang berkembang maupun masyarakat di negara modern.  Dipastikan  bahwa masing-masing memiliki problematikanya sendiri. Jangan pernah berpikir bahwa tiada masalah apapun di negara yang sudah maju sekalipun.    Masyarakat, problem social dan realitas kehidupan merupakan

Sebuah kegembiraan di dalam persahabatan adalah di kala mendapatkan kiriman  pesan lewat WhatsApp yang sangat bernilai di dalam dunia pendidikan. Beberapa hari yang lalu, saya dikirimi pesan lewat WA oleh Sahabat saya, Prof. Dr. Agus M. Hatta, Wakil Rektor Bidang Kerjasama pada ITS Surabaya. Pesan tersebut bertitel “Evolusi Orang Pintar.” Pak Hatta, begitu saya memanggilnya,

1 13 14 15 16 17 205