Di dalam studium general yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Al Falah Assuniyah, Jember, yang dihadiri oleh Rektor, Dr. Cand. Rijal Mumazik, Direktur PPs, Asc. Prof. Dr. Titin Nurhidayati, dan para pejabat dan mahasiswa Program Pascasarjana, 28/11/2025, saya menyampaikan beberapa hal, yaitu: Pertama, Kita mengenal ada pendidikan umum, pendidikan Islam dan pendidikan pesantren. Pendidikan umum
Artikel berjudul “Paradoxical Pluralism: Training Militants for Tolerance in an Indonesian Youth Movement” merupakan karya Ronald A. Lukens-Bull dan Al Makin. Tulisan ini terbit di Studia Islamika tahun 2025. Penelitian tersebut diawali dengan penjelasan mengenai posisi Banser sebagai organisasi pemuda religius yang kerap dipersepsikan secara ambigu. Di satu sisi, Banser tampil sebagai kelompok yang mendukung
Banyak di antara kita yang salah memahami antara Ilmu agama dan ilmu keagamaan. Ilmu agama adalah ilmu Islam murni, yang selama ini sudah menjadi garapan pesantren. Sedangkan ilmu keagamaan adalah ilmu integratif yang mengintegrasikan antara ilmu agama dan ilmu lainnya dan dipelajari di Perguruan Tinggi Islam. Pernyataan ini saya sampaikan di depan para mahasiswa Institut
Akhir-akhir ini kesibukan saya sungguh meningkat. Harus ke banyak tempat dalam kerangka memberikan masukan terutama pada Perguruan Tinggi Islam (PTKI). Sehari di Kementerian Agama untuk membahas Direktorat Jenderal Pesantren dengan menghadirkan narasumber: Saya, Dr. Moqsith Ghazali, MA., Dr. Badriyah Fayumi dan juga dihadiri oleh Direktur Pendidikan Pesantren, Dr. Basnang Said, dan kemudian diberikan pencerahan oleh
Artikel berjudul “Eco-Fatwas and the Challenges for Local ‘UlamÄ’ in Addressing Environmental Issues in Indonesia: Evidence from Riau Province†yang ditulis oleh Ansori, Muhammad Iqbal Juliansyahzen, dan Hijrian Angga Prihantoro. Tulisan tersebut terbit di Studia Islamika Tahun 2025. Studi tersebut mengangkat isu krusial mengenai peran ulama lokal dalam merespons persoalan lingkungan di Provinsi Riau. Pendekatan
Saya dihubungi oleh Mas Adit dari Radio Suara Surabaya untuk life acara di Lazuardi, yang biasanya dilakukan on air pada jam 19.00-20.00 WIB. Acara ini sebelumnya dilakukan pada Hari Selasa seingat saya, tetapi akhir-akhir ini diselenggarakan pada Hari Kamis, malam Jum’at. Pada 04/12/2025 saya diundang untuk membicarakan tentang peristiwa banjir di Wilayah Sumatera, yang mengakibatkan
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya diminta oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA untuk menjadi host di dalam acara Konferensi Internasional untuk menghasilkan strategi di dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban baru berbasis Islam, 26/11/2025. Ada empat perguruan tinggi Islam yang dipilih, yaitu UIN Alauddin Makasar, UIN Sumatera Utara Medan, UIN
Di dalam pidato Pembukaan “International Conference of Indonesia Islam: Why Indonesia as a New Muslim Civilization? Reassesing The Role of Indonesia Islam ini Shaping the World Future In Post-War Era,†di UIN Sunan Ampel, Menag., Prof. Dr. Nasaruddin Umar mengungkap banyak hal terkait dengan bagaimana Indonesia dengan umat Islamnya dapat menjadi suluh bagi tumbuhnya peradaban baru
Artikel berjudul “From Practice to Metaphysics: The Evolution of Spiritual Stations in Ibn ‘Arabī’s Thought†merupakan karya Muhammad Ahmad Ibrahim Aljahsh. Tulisan tersebut terbit di Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam. Jurnal tersebut berupaya untuk membaca kembali perkembangan konsep maqÄmÄt (stasiun-stasiun spiritual) dalam pemikiran Ibn ‘ArabÄ«. Penulis menegaskan bahwa perkembangan konsep ini tidak dapat dipahami
Sebuah acara yang sangat menarik dihelat oleh UIN Sunan Ampel Surabaya, 26/11/2025, tentang “International Conference of Indonesia Islam: Why Indonesia as a New Muslim Civilization? Reassesing The Role of Indonesia Islam ini Shaping the World Future In Post-War Era.†Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, dan Dr. Ismail Cawidu, Rektor UIN
Eva Putriya Hasanah Sulit rasanya menahan sesak saat menyaksikan berita tentang banjir besar yang melanda Sumatera akhir-akhir ini. Setiap gambar yang ditampilkan di layar—rumah hanyut, jalan terputus, keluarga kehilangan orang tercinta—seolah menusuk ruang paling lembut di dalam hati kita. Namun di balik kesedihan manusia yang begitu terlihat, ada duka lain yang lebih sunyi,
Ladies and gentlemen. First of all, I would like to say thanks to all the audience. Especially for Pak Rektor, Prof. Zainal Mustakim, who invited me to be a speaker in this International Seminar on the 8th International Conference on Islamic Studies (ICIS), themed “Islam, Environment, and Sustainability. My thanks to the Director of Post
