Hari-hari ini, terasa hadir bayangan leluhur saya. Terasa betapa besar kasih sayangnya kepada saya. Tanpa saya sadari sebelumnya, jika saya harus menjadi seorang diri. Kakek saya Mbah Ismail (W. 1983), Mbah Sarijah (W. 02/03/1989), orang tua saya Bapak Sabar (W. 09/10/1972), dan Emak Hajah Turmiatun (W.10/11/2025), Bapak H. Rois (W. 02/12/1999). Semuanya sudah kembali ke
Di masa lalu, KH. Hasyim Muzadi pernah menyatakan di dalam sebuah ceramah menanggapi semakin menguatnya brutalitas di kalangan siswa dan semakin permisivenessnya perilaku elit politik, maka dinyatakannya: “pendidikan tanpa karakter dan politik tanpa etika.†Ungkapan ini sungguh menohok bagi para aktivis pendidikan, sebab itulah gambaran dunia pendidikan kita yang memang berada di dalam konteks semakin menipisnya
Sampai saya berusia 67 tahun ini, baru dua kali saya menyaksikan seseorang yang akan wafat. Saya tunggui dan saya perhatikan bagaimana wafat tersebut terjadi pada diri manusia. Pertama di kala saya masih duduk di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP Negeri) Tuban, di kala ayah saya wafat dan kedua di kala Emak saya wafat, tepatnya pada
Artikel berjudul “State, Religion, and Modernity: A Critical Analysis of the Relationship Between Political Islam and the State in the Context of Reform†merupakan karya Siful, Hasir, dan Muhammad Iqbal. Tulisan ini terbit di Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari’ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, tahun 2025. Studi tersebut mengkaji dinamika politik Islam dalam proses pembentukan negara modern,
Adakah kesedihan yang melebihi kesedihan di kala ditinggal wafat oleh seorang Ibu? Saya kira tidak ada. Kesedihan yang disebabkan oleh rasa kedalaman batin yang tidak terhingga. Di kala saya menuliskan artikel ini di dalam kata demi kata, maka yang ada adalah deraian air mata kehilangan. Air mata bening yang menyertai ungkapan rasa yang sedemikian
Artikel berjudul “Exploring the Values of Integration of Islamic and Science Education: A Qualitative Approach in Contemporary Learning at Riau Islands High School†merupakan karya Juni Mahanis dan Nunung Witono. Tulisan tersebut diterbitkan dalam International Journal of Studies in International Education, Vol. 2 No. 2, Mei 2025. Artikel ini membahas nilai-nilai integratif antara Pendidikan Agama
Prof. Dr. Nur Syam, MSi Dalam Focus Group Discussion (FGD) ini, hadir sebagai narasumber adalah Prof. Dr. Babun Suharto, Prof. Dr. Moh. Mukri, Prof. Zaenuddin, dan saya. Berlaku sebagai moderator adalah Prof. Ilyasin, Direktur Program Pascasarjana UINSI. Acara yang diselenggarakan pada 9/11/2025, diikuti oleh Seluruh Rektor PTKIN yang di masa lalu mengusung nama sebagai
Prof. Dr. Nur Syam, MSi Yang dimaksud dengan Rektor Persemuran adalah para rektor yang institusinya di masa lalu menjadi cabang dari IAIN Sunan Ampel. Di masa lalu disebut sebagai IAIN Sunan Ampel Cabang Malang, Tulungagung, Ponorogo, Kediri, Jember, Pamekasan, Samarinda, dan Mataram. Kini, para rektor tersebut telah menjadi Rektor UIN Malang, UIN Jember, UIN
Eva Putriya Hasanah Di kaki Gunung Cikuray, udara Garut terasa lebih sejuk. Di sanalah berdiri Peacesantren Welas Asih, sebuah pesantren yang berbeda dari kebanyakan. Alih-alih hanya mengajarkan ilmu agama, pesantren ini juga menanamkan nilai perdamaian dan kecintaan terhadap alam. Bagi mereka, mencintai Allah berarti juga mencintai bumi yang diciptakan-Nya. Pesantren ini didirikan oleh
Salah satu kekhasan dari Program Doktor Universitas Islam Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi adalah memberikan peluang para senior untuk memberikan ucapan selamat dan nasehat akademik dalam ujian disertasi yang diselenggarakannya. Di beberapa PTKIN dan PTKIS selalu yang memberikan nasehat akademis menyambut kesuksesan mahasiswanya untuk mencapai gelar doctor, gelar tertinggi di dalam dunia akademis adalah
Oleh: Ahmad Luqman Hakim Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik Dalam beberapa tahun terakhir, jagat media sosial kita diramaikan oleh munculnya sosok-sosok pendakwah muda yang mengaku keturunan kiai—atau populer dengan sebutan “Gus-gus-anâ€. Mereka tampil dengan gaya khas santri: bersarung, berkopiah, dan bersorban, seolah mewakili citra Nahdlatul Ulama (NU) di ruang digital. Namun di balik semangat
Artikel berjudul “Integration of Lokal Wisdom and Islamic Entrepreneurship: Building Opportunities and Motivation for Makassar Migrants in Surabaya†ditulis oleh Rofiqotur Riskiyah, Nur Syam, dan Achmad Room Fitrianto. Tulisan tersebut terbit di IJEBIR tahun 2025. Penelitian tersebut menelaah bagaimana nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Makassar seperti siri’, pacce, dan reso temmangingi diimplementasikan untuk membentuk motivasi serta
