Wednesday, July 29 2026

Sungguh pertarungan di media sosial semakin membara. Di masa lalu, pertarungan tersebut pada wacana keagamaan, misalnya wacana keagamaan NU versus Muhammadiyah atau wacana keagamaan NU vs Salafi. Pertarungan di masa lalu terjadi di masjid, majelis ta’lim atau ruang-ruang diskusi antar umat Islam. Pertarungan ini terjadi semenjak awal tahun 1960-an sampai akhir 1990-an.     Pertarungan wacana

Artikel berjudul “Sufism in Contemporary Contexts: Spirituality, Subjectivity, and the Limits of Modern Rationality” merupakan karya Saeyd Rashed Hasan Chowdury. Tulisan ini terbit di Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman. Penelitian tersebut membahas relevansi tasawuf dalam konteks kontemporer, menyoroti bagaimana tradisi spiritual Islam ini menawarkan alternatif terhadap tantangan modernitas, khususnya sekularisme, materialisme, dan individualisme berlebihan. Modernitas, dengan

Eva Putriya Hasanah     Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021Banyak orang mengira sistem transfer uang baru muncul setelah bank modern berdiri dan berkembang. Bayangan kita biasanya langsung tertuju pada lembaga keuangan besar, kartu debit, atau aplikasi digital yang serba instan. Padahal, jika menengok sejarah lebih jauh, praktik pengiriman

Jika kita ingin masuk dalam dunia keributan, masuklah di dalam hiruk pikuk media social. Khususnya youtube. Di sini apa saja disajikan. Bisa nasehat keagamaan, bacaan Alqur’an, kajian hadits, dan kajian fiqih serta berbagai informasi yang menyesatkan, informasi yang membuat dampak psikhologis, hingga pembunuhan karakter. Tidak hanya ini, juga konten-konten yang merusak prilaku masyarakat, juga tersaji

Eva Putriya Hasanah      “Bener nggak sih Islam sekarang jadi agama dengan pertumbuhan tercepat di Spanyol?”     “Katanya sudah 2,5 juta Muslim di sana, itu fakta atau cuma gimmick konten?” Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021    “Atau ini hanya narasi yang dilebih-lebihkan di media sosial?”     Pertanyaan-pertanyaan

Artikel berjudul “Integration of Religion and Culture in Hadrah Nurun Nabi in Aceh: Perspective of Symbolism and al- ‘Urf” merupakan karya Syarifuddin, Mursyid Djawas, Abidin Nurdin, Zulhelmi, dan Muhammad Walidin. Artikel tersebut berupaya mengkaji secara mendalam hubungan antara agama dan budaya melalui praktik Hadrah Nurun Nabi yang berkembang dalam masyarakat Aceh. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi,

Artikel ini merupakan inti dari khutbah saya di Masjid Baitur Rahim Rungkut Surabaya. Edisi teksnya sudah di-up load di nursyamcentre.com, 22/03/2026 yang lalu. Tetapi ada teks lesan yang saya kira penting untuk diungkapkan sebagai kelengkapan atas teks tertulis yang sudah saya paparkan sebelumnya. Ada beberapa hal mendasar yang saya kira perlu untuk diungkapkan lebih lanjut,

Di dalam Islam, ghibah termasuk yang dilarang oleh Allah SWT. Rasulullah juga menegaskan bahwa perbuatan ghibah termasuk yang sangat dilarang oleh Islam sebab ghibah akan menjadi  sarana disharmoni social. Perbuatan ghibah bahkan disamakan dengan perbuatan setan. Min ‘amalis syaitan. Ghibah di dalam Islam disebut sebagai perbuatan untuk membicarakan kekurangan orang lain misalnya aib, kejelekan orang

Khutbah Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M Di Masjid Baiturrahim Perum Wisma Kedung Asem Indah I Rungkut  Surabaya Assalamu alaikum Warahmatullahi wa barakatuh Baca jugaMENSYUKURI HARI KEMENANGAN YANG DIBERKATI ALLAHٱللَّهُ أَكْبَرُ، ٱللَّهُ أَكْبَرُ، ٱللَّهُ أَكْبَرُ ٱللَّهُ أَكْبَرُ، ٱللَّهُ أَكْبَرُ، ٱللَّهُ أَكْبَرُ ٱللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ ٱللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا  لَا إِلَهَ إِلَّا

Bukber atau berbuka bersama, selama ini dikenal sebagai prilaku orang perkotaan kelas menengah, yang diselenggarakan di hotel, rumah makan atau caffee yang representative. Saya menyebutnya sebagai fenomena perkotaan kelas menengah. Penyelenggaranya bisa organisasi social keagamaan, organisasi profesi dan juga birokrasi. Bisa juga communitas perkawanan yang sekarang menjamur di perkotaan.     Sebagai orang kota, bukber ini

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si Hari Ahad seharusnya saya akan pulang ke Tuban, karena saya harus menunaikan tugas untuk merawat makam orang tua saya yang sudah wafat. Keduanya sudah meninggal. Tetapi keinginan tersebut harus ditunda karena saya diundang oleh Yayasan Damar Harapan Madani dari Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto untuk berdiskusi tentang ekoteologi. Saya langsung tertantang untuk

Puasa itu memang arena beribadah. Dan di antara salah satu ibadah yang insyaallah mendapat pahala lebih banyak adalah berpikir atau bekerja keras, sebagaimana hari-hari biasa jika tidak puasa. Itulah yang dilakukan oleh para dosen PTKIN, yang tergabung dalam pembahasan prodi baru PTKI di Hotel Vega, Serpong, 11/03/2026. Mereka adalah tim yang menggagas pengembangan Pendidikan akademik,

1 6 7 8 9 10 205