Wednesday, July 29 2026

Puasa bukan halangan untuk tidak bekerja keras. Itu yang saya amati dari pertemuan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pesantren dalam acara untuk merumuskan “Penyusunan Peta Jalan Pesantren”, 12/03/2026,  di Hotel Luminor Jakarta. Hadir di dalam acara ini yaitu: Direktur Pesantren, Dr. Basnang Said, Alissa Wahid, MPsi., Dr. Yusi Damayanti, Dr. Makhrus, Dr. Wafi Amanullah, Dr. Moqsith

Acara Buka Bersama (Bukber) yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) merupakan program studi yang cukup lama berada di dalam Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) yang dulu disebut sebagai Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel.  Prodi PMI  berdiri pada tahun 1996. Saya menjadi Ketua Jurusan PMI yang pertama, dan kemudian dilanjutkan oleh Drs.

Bagi orang Jawa Timur, Syekh Hamid Pasuruan merupakan nama yang sedemikian melegenda. Seorang kiai yang memiliki kelebihan di luar nalar manusia sesamanya, bahkan sesama ahli ilmu keislaman. Kiai Hamid Pasuruan memiliki kemampuan memahami dunia kegaiban yang manusia pada umumnya tidak mengetahuinya. Beliau adalah seorang kiai yang linuwih atau memiliki kemampuan  di atas para kiai lain,

Eva Putriya Hasanah  Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021    Salah satu kritik yang sering ditujukan kepada Islam adalah anggapan bahwa agama ini menempatkan perempuan pada posisi yang terbelakang. Narasi tersebut sering muncul dalam berbagai diskursus modern, seolah-olah perempuan tidak memiliki ruang dalam sejarah dan perkembangan peradaban Islam. Namun

Artikel berjudul “AI, Ethics, and Islamic Higher Education: Navigating the Tensions Between Practical Risk Mitigation and Religious Normativity” merupakan karya St Aflahah, Khaerun Nisa, AM Saifullah Aldeia, Baso Marannu, Munasprianto Ramli, Vina Septiana Windyasari, Tegar Shalahuddin Ruhutama. Tulisan ini terbit di Jurnal Ilmiah Islam Futura tahun 2026. Tujuannya, membahas dampak perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial

Saya tentu harus mengapresiasi pada Ibu Dr. Hj. Ida Fauziyah, Anggota DPR dari Fraksi PKB pada DPR RI yang telah menginisiasi atas terselenggaranya pertemuan Ikatan Keluarga UIN Sunan Ampel  (IKA UINSA), yang diselenggarakan di Aula Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, 05/03/2026. Acara tentu dikemas dengan Berbuka Bersama (Bukber) sebagai tradisi Kelas Menengah Islam akhir-akhir ini.

Subhanallah. Hanya itu yang patut diutarakan oleh pendengar ceramah Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Agama,  dalam Taushiyah Shubuh Ramadlan di Masjid Al Akbar Surabaya, 07/03/2026. Konten ceramah yang sangat mendasar dan mendalam tentang makna beragama bagi umat Islam sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Siapapun yang mendengarkan taushiyah itu “rasanya” diajak kita untuk meniti kehidupan

Di antara yang sungguh menyita perhatian di tengah kebebasan unggahan di media social adalah mengenai kritik yang sedemikian transparan dan to the point tentang apa saja yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Semua orang bisa memberikan komen, baik yang positif maupun negatif. Baik dari kalangan ahli atau terpelajar atau orang awam. Baik dari kalangan

Artikel berjudul “A General Bibliometric and Conceptual Structure Approach to Global Trend on Poverty Research in Islam Using Biblioshiny” merupakan karya Mohd Zaid Mustafar, Mohd Khairul Nizam Mohd Aziz, Dziauddin Sharif, Md Azzaat Ahsanie Lokman, Ashraff Bin Ruslan, dan Saiyidi Mat Roni. Artikel tersebut berupaya memetakan perkembangan penelitian tentang kemiskinan dalam perspektif Islam dengan menggunakan

Eva Putriya Hasanah     Siapa sangka, es krim yang hari ini identik dengan pusat perbelanjaan, kafe modern, dan momen santai bersama keluarga, ternyata memiliki jejak panjang dalam sejarah peradaban Islam? Di baliknya menampilkan sajian dingin yang menyegarkan, tersimpan kisah tentang ilmu pengetahuan, inovasi, dan budaya berbuka yang berkembang sejak berabad-abad yang lalu. Baca jugaEmpat Pekerjaan

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, tentu saja kita bisa bernafas lega, bersyukur dan merasa nyaman bahwa di Indonesia, urusan ideologi kebangsaan sudahlah tuntas. Kalau ada di antara bagian kecil dari bangsa Indonesia yang masih menginginkan akan terjadi perubahan mendasar tentang ideologi kebangsaan, saya kira hal tersebut hanyalah luapan sejenak atas situasi politik di Indonesia yang

Semua sependapat bahwa media social sedemikian powerfull. Tidak ada seorang ahlipun yang menolak pandangan ini. Semua menyetujuinya. Itulah sebabnya dewasa ini banyak yang mengejar pengaruh lewat tayangan di media social untuk sekedar mengejar viewer, follower atau subscriber. Siapa yang terbanyak dialah yang dianggap memiliki pengaruh. Serta yang paling dahsyat bahwa dengan semakin banyak follower, maka

1 7 8 9 10 11 205