Thursday, July 30 2026

Semua sependapat bahwa media social sedemikian powerfull. Tidak ada seorang ahlipun yang menolak pandangan ini. Semua menyetujuinya. Itulah sebabnya dewasa ini banyak yang mengejar pengaruh lewat tayangan di media social untuk sekedar mengejar viewer, follower atau subscriber. Siapa yang terbanyak dialah yang dianggap memiliki pengaruh. Serta yang paling dahsyat bahwa dengan semakin banyak follower, maka

Eva Putriya Hasanah     Di tengah munculnya kesadaran global tentang pentingnya kesehatan mental saat ini, banyak orang mengira bahwa perhatian terhadap gangguan jiwa adalah produk modern abad ke-20 atau ke-21. Padahal, jika menengok sejarah, peradaban Islam telah menunjukkan perhatian serius terhadap kesehatan mental lebih dari seribu tahun yang lalu. Salah satu bukti paling kuat adalah

Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU) tentu menarik untuk didiskusikan dan kemudian ditindaklanjuti untuk mewujudkannya. LPDU merupakan sebuah lembaga yang sangat strategis dalam kerangka untuk mengelola dana umat yang sesungguhnya sangat penting dalam penggunaannya. LPDU dapat belajar dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menuai keberhasilan di dalam pengelolaannya dan distribusinya bagi pendidikan.    LPDP didirikan

Artikel berjudul “Sexual Violence Against Children: Prevention Efforts in Jambi” merupakan karya Robi’atul Adawiyah, Anggi Purnama Harahap, Pidayan Sasnifa. Tulisan tersebut terbit di Jurnal Al-Risalah Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan tahun 2025. Tujuan dari penelitian tersebut adalah mengkaji secara mendalam mengenai kekerasan seksual terhadap anak dan langkah-langkah penanggulangannya di Kota Jambi. Meningkatnya kekerasan terhadap

Sebagaimana tercantum di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar  (UUD) 1945, bahwa negara memilki kewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menyejahterakan kehidupan bangsa,  melindungi kehidupan bangsa dan menjaga ketertiban dunia. Artinya, bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk  rakyatnya. Berdaya di dalam Pendidikan, berdaya di dalam kesejahteraan, negara  berkemampuan melindungi warga negaranya dan juga menjaga ketertiban dunia, yang adil

Oleh: Dr. H. Yusuf Amrozi, M.MT     Pada Ramadhan hari ke-3 tahun 1447 H saya kedapatan mengajar mata kuliah Integrated Twin Towers di kelas Magister Sains Data pada Fakultas Saintek UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kebetulan topiknya adalah Konsep Integrasi Keilmuan & Tinjauan Filosofis. Baca jugaAku Seperti Yang Dulu?    Seperti diketahui sejumlah perguruan

Saya memasukkan atas tantangan Islam kaffah atau Islam Ahlu Sunnah (IAS) sebagai cultural shock. Yaitu sebuah tantangan secara langsung atas pemahaman dan praktik keagamaan yang selama ini dominan di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tantangan tersebut sedemikian kuat dan mendasar menyasar jantung kehidupan umat Islam, sehingga mencabik-cabik paham keagamaan yang selama ini  dominan. Itulah sebabnya tantangan

Eva Putriya Hasanah     Ramadhan 1447 Hijriah pada Februari–Maret 2026, warga Jalur Gaza tidak menatap bulan sabit dengan gegap gempita seperti tahun-tahun silam. Tak ada gemerlap lampu menghiasi jalan, tak ada pasar malam yang riuh oleh tawa anak-anak. Yang tersisa adalah hamparan puing, bangunan-bangunan yang runtuh, serta luka panjang akibat genosida berkepanjangan oleh Israel. Baca

Tidak hanya aspek social dan teknologi yang terjadi perubahan cepat,  akan tetapi  budaya masyarakat juga bergerak cepat di tengah arus kehidupan yang semakin global. Melalui kehidupan global, maka dunia dapat dilipat dalam genggaman tangan. Akibatnya banyak terjadi perubahan demi perubahan yang terjadi karena perubahan cepat kebudayaan dimaksud. Inilah yang dikonsepsikan oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar,

Artikel yang berjudul “Rejecting Geothermal Projects: Muslim Environmentalism in The SAPAR Movement for Ecological Justice and Sustainable Natural Resources” oleh Muizudin. Tulisan tersebut terbit di di Jurnal Studia Islamika tahun 2026. Studi tersebut mengkaji gerakan penolakan terhadap proyek energi panas bumi (geothermal) di Gunung Parakasak, Banten, melalui lensa Muslim Environmentalism. Berdasarkan artikel ini, penulis mengeksplorasi

Eva Putriya Hasanah     Ramadan bukan sekadar bulan ibadah bagi umat Islam, tetapi juga momentum refleksi, solidaritas, dan harapan. Di berbagai belahan dunia, suasana Ramadan disambut dengan cara yang khas. Jika di Indonesia masyarakat mengenal tradisi seperti pawai obor atau megengan, maka di Inggris, tepatnya di pusat Kota London, Ramadan hadir dalam balutan cahaya yang

Eva Putriya Hasanah     Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Muslim di berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi khas yang sarat makna spiritual dan sosial, salah satunya adalah Megengan. Tradisi ini hidup dan berkembang terutama di wilayah Jawa, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Yogyakarta. Megengan menjadi bagian dari kekayaan budaya Islam Nusantara yang

1 8 9 10 11 12 205