Artikel berjudul “Gender Ambiguity and Human Dignity In Islam: A Hermeneutic Reassessment of Prophetic Traditions on Mukhannats†merupakan karya Isyfi Hayati, Mukhammad Zamzami, Wael Hegazy, Muktafi, dan Muhammad Lutfi. Tulisan ini terbit di Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman tahun 2026. Fenomena waria (wanita pria) atau individu transgender yang mengidentifikasi dirinya sebagai perempuan meskipun terlahir sebagai laki-laki,
Saya tentu sangat bergembira mendapatkan kiriman pesan dari WhatsApp Prof. Mulyadi Kartanegara, PhD, tentang materi ceramahnya yang sangat menarik. Saya juga bersyukur dapat mendengarkan ceramahnya di acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pesantren pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag, di Bandung, 09-11 April 2026. Saya sungguh-sungguh memiliki kenangan khusus dengan Prof. Mulyadi Kartanegara. Beliau adalah
Artikel berjudul “Social Media Trends and The Development of Da\’wah in Wonosobo, Indonesia†merupakan karya Zaenal Sukawi, Ahmad Khoiri, Budiyono Saputro, Nurma Khusna Khanifa, dan Wan NoorHazlina. Tulisan ini terbit di Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies tahun 2026. Artikel tersebut menganalisis bagaimana media sosial, khususnya Instagram, berperan dalam menyampaikan pesan keagamaan dan mempengaruhi
Eva Putriya Hasanah Daun pisang, daun jati.Jalan kaki, naik becak. Pengungkapan sederhana ini bukan sekedar nostalgia, melainkan representasi dari sistem kehidupan yang secara tidak langsung mengandung prinsip-prinsip yang kini populer dengan istilah Sustainable Living dan Zero Waste. Baca jugaEmpat Pekerjaan yang Bakal Eksis di Era Covid-19 Hingga Tahun 2021 Dalam praktik
Tantangan social pesantren saya kira penting untuk dibicarakan. Tantangan akademis tentu dapat mengikuti pedoman pengembangan ilmu pengetahuan. Sedangkan tantangan social pesantren tentu terkait dengan perubahan social yang terus berlangsung. Di antara tantangan tersebut adalah 4C’s atau four competencies, yaitu creative thinking and innovations, critical thinking and problem solving, communications and collaborations. Serta bisa ditambahkan spiritual competency. Pertanyaannya adalah adakah
Oleh: Sokhi Huda (Guru Besar Dakwah Sufistik FDK UIN Sunan Ampel Surabaya) Di tengah derasnya arus digital, layar ponsel kini menjadi ruang baru perebutan perhatian. Apa pun dapat tampil, menyebar, lalu menjadi perbincangan dalam hitungan jam. Dakwah pun tidak berada di luar arus ini. Media sosial, kanal video, dan berbagai platform daring telah membuka
Direktorat Pesantren pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan acara yang menarik dengan tema “Finalisasi Distingsi Direktorat Jenderal Pesantren Melalui Buku Menuju New Baitul Hikmah” yang diselenggarakan di Hotel Mason Paine Bandung, 09-11 April 2026. Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo Muhammad Syafi’i, Dirjen Pendidikan Islam,
Iran akhirnya yang dapat mengangkat harkat dan martabat negara Islam, karena keberanian dan kemampuannya untuk melawan hegemoni kekuasaan Amerika Serikat di dunia dan dominasi Israel di Timur Tengah. Saya kira banyak orang yang sependapat dengan pernyataan ini. Iran telah mengangkat moral inferior masyarakat Islam menjadi masyarakat yang superior. Iran telah membuktikan kepada dunia, bahwa embargo
Eva Putriya Hasanah Belakangan ini, banyak pelaku usaha kecil hingga konsumen rumah tangga mulai mengeluhkan satu hal yang sama: harga plastik yang terus naik. Dari kantong kresek, plastik kemasan, hingga bahan baku pembungkus makanan, semuanya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Fenomena ini bukan tanpa sebab. Meningkatnya harga minyak dunia sebagai bahan dasar plastik
Artikel berjudul Exploring the Dynamic Spirituality of the Hajj for Shaping Social Engagement in Rural Indonesia” merupakan karya Moh Soehadha, Ustadi Hamsah dan Khairullah Zikri. Tulisan ini terbit di Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman tahun 2026. Studi tersebut mengkaji ibadah haji tidak hanya sebagai kewajiban ritual dalam Islam, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang memiliki dampak
Di kala Samuel P. Huntington (1993) membangun tesisnya tentang Class of Civilization, atau Benturan Peradaban, maka banyak yang tidak yakin akan keakuratan pemikiran Huntington. Dinyatakan bahwa benturan peradaban tersebut akan terjadi antara Barat dengan China dan Islam. Hipotesis ini dianggap berpeluang tidak akan terjadi, sebab tidak ada kekuatan di dunia ini yang akan dapat mendegradasi
Sungguh pertarungan di media sosial semakin membara. Di masa lalu, pertarungan tersebut pada wacana keagamaan, misalnya wacana keagamaan NU versus Muhammadiyah atau wacana keagamaan NU vs Salafi. Pertarungan di masa lalu terjadi di masjid, majelis ta’lim atau ruang-ruang diskusi antar umat Islam. Pertarungan ini terjadi semenjak awal tahun 1960-an sampai akhir 1990-an. Pertarungan wacana
